“Isyarat dari Langit Jauh”
Langit malam bicara dalam diam,
tapi aku tak lagi paham bahasanya.
Dulu bintang-bintang itu bersinar seperti kode,
kini mereka hanya mati,
tanpa isyarat.
Aku, seutas benang
yang kehilangan ujungnya—
mengulur terus,
menggantung di antara sunyi dan tanya.
Kau tahu?
Aku pernah jadi pelaut di lautan rasa,
menghafal arus,
membaca angin,
mengerti kapan badai akan tiba.
Tapi sekarang,
kompas dalam dadaku rusak.
Langit pun mendung,
dan aku tersesat di laut yang dulu kucintai.
Kabar dari seberang tak pernah datang,
tapi aku masih menyalakan lentera di jendela—
siapa tahu,
doamu masih melintasi samudra,
mencari arah pulang.
Tak banyak yang kuharap,
hanya satu sinyal,
sekadar kedipan cahaya
yang bilang,
aku tak sendirian
dalam jauh yang tak bernama.
Komentar
Posting Komentar