Peluk Dirimu Sendiri, Lanjutkan Jalannya
Epilog — Peluk Dirimu Sendiri, Lanjutkan Jalannya Ada saat dalam hidup, di mana semua tulisan terasa terlalu kecil untuk mewakili perasaanmu. Setelah luka demi luka, kesadaran demi kesadaran, jalan demi jalan yang ditempuh... kadang yang tersisa hanya diam, dan satu pelukan — untuk diri sendiri. Buku ini bukan tentang bagaimana menjadi hebat. Bukan juga tentang menjadi kuat setiap waktu. Buku ini adalah nyala kecil dari seseorang yang pernah patah, pernah kehilangan, pernah merasa tak layak bahkan untuk menangis. Tapi tetap memilih satu hal: melanjutkan jalannya. Mungkin kamu membacanya dalam keadaan lelah. Mungkin kamu sedang menahan sesuatu yang tak bisa kamu ceritakan ke siapa pun. Atau mungkin kamu hanya ingin tahu, apakah masih ada orang yang memahami apa yang kamu rasakan. Aku tidak punya semua jawabannya. Tapi aku tahu: kita semua sedang pulang. Pulang ke versi paling jujur dari diri sendiri. Pulang ke tempat di mana air mata bukan kelemahan. Pulang ke r...