Penutup Bab 15 Epilog: Aku Tak Lagi Sendiri
Bab 15 Epilog: Aku Tak Lagi Sendiri Aku tidak tahu pasti kapan rasa sepi mulai kehilangan kuasanya atas diriku. Mungkin saat aku mulai menulis, atau saat aku tidak lagi melawan rasa sendiri itu, dan mulai berdamai dengannya. Hari-hari yang sebelumnya terasa hampa, kini terasa berbeda. Bukan karena semua luka menghilang begitu saja—tidak. Tapi karena aku belajar berjalan bersamanya. Aku tahu, tak semua orang akan memahami kenapa tulisan ini lahir. Tapi jika kamu membaca sampai di sini, kamu juga sedang mencari, kan? Mencari bagian dari dirimu sendiri yang mungkin pernah hilang. Di dalam ruang heningku, aku tidak lagi sendiri. Aku menemukan suara-suara: dari diriku yang dulu, dari mimpi-mimpi yang sempat kutinggalkan, dari mereka yang pernah singgah dan meninggalkan jejak—terutama satu, seseorang yang pernah kutemui di peristiwa yang tak bisa kuceritakan langsung. Tapi aku tahu dia membaca ini. Kau, yang kusebut Kak Raya. Kau tahu siapa dirimu. Kau pernah menjadi doa yang kubisikk...