Prolog Nyala dari Retakan
✨ Kutipan Pembuka:
“Mungkin yang kita sebut luka, bukan untuk dihapus. Tapi untuk dikenang sebagai cahaya yang pernah jatuh ke dalam diri kita.”
— Penulis
Prolog
Nyala dari Retakan
"Ada luka yang tidak membunuhmu, tapi membuatmu bertanya: kenapa harus aku?"
Kadang hidup gak meledak tiba-tiba,
kadang dia cuma retak pelan—
dan lo bahkan gak sadar kapan semuanya mulai berubah.
Retakan itu bisa datang dari hal kecil:
suara yang gak pernah didengar,
pelukan yang gak pernah datang,
atau harapan yang terus lo bangun tapi berkali-kali dihancurin.
Gue tumbuh dengan rasa percaya yang terus diuji.
Dan di titik tertentu, semua itu pecah.
Tapi justru dari pecahan itulah, gue mulai liat cahaya kecil.
Cahaya yang bukan datang dari luar,
tapi dari dalam luka itu sendiri.
Buku ini bukan tentang gue doang.
Ini tentang lo juga — tentang kita,
yang pernah ngerasa sendiri di tengah keramaian.
Yang pernah ngerasa gagal jadi "anak baik",
gagal jadi “manusia yang berfungsi”,
dan mulai nanya: "Apa gue salah jalan?"
Tapi mungkin… gak semua yang hancur harus dibuang.
Kadang, kita cuma butuh lihat dari sudut yang berbeda:
Retakan bukan akhir,
itu awal dari cahaya kecil
yang akhirnya nyala.
Dan dari situ, gue nulis semua ini.
Sebagai cara pulang,
sebagai nyala dari retakan.

Komentar
Posting Komentar