Bab 4 Arena, Bukan Lintasan
Bab 4 — Arena, Bukan Lintasan
Hidup bukan lintasan lomba.
Bukan tempat siapa cepat dia menang.
Tapi lebih seperti arena — tempat tiap orang bertarung dengan takdirnya sendiri.
Dulu gue kira semua ini soal kecepatan. Siapa lulus duluan, siapa kerja duluan, siapa nikah duluan, siapa sukses duluan. Tapi makin ke sini, gue sadar: ini bukan lomba lari. Ini lebih mirip arena gladiator. Dan tiap orang punya lawan masing-masing.
Gue bukan sedang berlomba dengan teman satu angkatan. Gue sedang bertarung dengan rasa takut, rasa malu, rasa kecewa, dan suara-suara yang pernah bilang gue gak akan jadi apa-apa.
“Lari cepat atau lambat itu bukan intinya, bro — tapi apa lo masih berdiri setelah babak belur?”
Itu yang gue pelajari setelah jatuh berulang kali.
Lo boleh aja kalah di mata dunia. Tapi selama lo terus masuk arena, lo gak kalah beneran.
Waktu orang lain dapet kerja, gue masih di rumah.
Waktu teman satu circle nikah, gue masih mikirin gimana caranya healing dari luka yang bahkan gue gak ngerti datang dari mana.
Waktu mereka bisa senyum di Instagram, gue lagi nulis puisi buat nenangin diri dari rasa gagal.
Tapi semua itu bukan kegagalan.
Itu cuma bukti bahwa arena kita beda.
Masalah lo gak sama kayak masalah orang lain.
Dan gak semua orang bertarung di jam yang sama.
Di arena ini, lo belajar tiga hal:
Gak semua orang ngerti proses lo.
Dan itu gak apa-apa. Proses lo gak perlu disetujui semua orang.
Lo bakal jatuh berkali-kali.
Tapi kalau lo bangun, lo bukan pecundang.
Yang paling penting: jangan keluar dari arena.
Gimanapun hancurnya lo, tetap berdiri.
Napas satu-satu gak apa-apa. Yang penting jangan hilang.
Jadi sekarang, gue gak iri sama orang yang hidupnya kayak lintasan lurus dan mulus.
Gue lebih respect orang yang berani masuk arena, berdarah-darah, jatuh, tapi tetap bangkit — bahkan tanpa tepuk tangan siapa-siapa.
Gue tulis buku ini bukan dari podium. Tapi dari tengah arena, dengan nafas ngos-ngosan dan mata masih merah.
Tapi justru di sinilah nilainya.
Karena hidup yang paling bermakna, adalah yang diperjuangkan sendiri.

Komentar
Posting Komentar