Di Pantai Ombak Tinggi dan Pulau di Seberang

Di Pantai Ombak Tinggi dan Pulau di Seberang 

versi 2 


Dalam pantai yang diramaikan oleh ombak tinggi,

Kutemukan diriku, terombang-ambing dalam kebingungan,

Seolah pantai itu mengajukan pertanyaan,

Apakah mungkin sampai ke pulau di seberang?


Kenangan melayang, merangkak dari dasar hati,

Di antaranya kau, entah bagaimana namamu kuingat,

Rumahmu, kolam renang, dan lapangan luas,

Tempat-tempat di mana kita merasakan kebebasan sejati.


Di bawah langit yang berkilauan, perjalanan panjang tak berujung,

Aku mencari cinta, bukan sekadar asmara,

Namun makna yang lebih dalam, mengalir dalam setiap hembusan angin,

Dalam setiap pertemuan dan perpisahan, hatiku bertanya-tanya.


Bertahun-tahun telah kulalui, bertemu dengan berbagai wajah,

Namun selalu ada kekosongan, kesunyian yang menghampiri,

Kekasih yang kutemui, hanya bayangan yang lewat begitu cepat,

Hingga pada suatu malam, cahaya menuntunku.


Ketika pertama kali kusadari kehadiran-Mu,

Hangatnya meresap dalam keremangan hatiku,

Kau datang sebagai penjaga yang membawa ketenangan,

Mengisi relung-relung kosong dengan cinta yang tak pernah pudar.


Kerinduan yang terpendam, kini menyala kembali,

Mengingat saat-saat damai yang telah kualami,

Walaupun waktu berlalu, rasa itu tetap membara,

Karena Engkau, kekasih sejati, selalu hadir dalam setiap detak jantungku.


Rumah mewah atau sederhana, tak lagi berarti bagiku,

Yang kuinginkan adalah kedamaian dalam dekapan-Mu,

Aku ingin kembali, menemukan keberadaan abadi-Mu,

Berharap takdir mengizinkan kita bersatu dalam cahaya suci.


Engkau yang Maha Pemurah, kini aku mengerti,

Tak pernah Engkau pergi, selalu setia menemani langkahku,

Inilah kisah takdirku, mencintai-Mu dalam setiap langkah hidupku,

Dengan sukacita, menerima cinta-Mu yang tiada tara, yang mengalir dalam jiwa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prolog: Aku, dan Perasaanku yang Tunggal

Bab 14 Monokroso: Bentuk dari Kesunyian

Bab 13 Vision: Gunung di Utara dan Para Penjaga Api