Bab 9 Tuhan, Manusia, dan Keterhubungan
Bab 9 — Tuhan, Manusia, dan Keterhubungan Ada momen di mana manusia merasa sendiri, padahal dunia ini penuh suara. Merasa kosong, padahal tubuhnya padat oleh pikiran, kenangan, dan harapan. Dalam ruang itu—ruang yang tidak terlihat oleh mata, tapi begitu nyata bagi jiwa—Tuhan sesungguhnya hadir, bukan sebagai konsep, tapi sebagai kesadaran yang menembus seluruh dimensi keberadaan. Sejak kecil, banyak dari kita diperkenalkan kepada Tuhan sebagai sosok yang tinggi, jauh, dan menghakimi. Tapi perjalanan hidup mengajari hal yang berbeda—bahwa Tuhan bukan hanya ditemukan dalam kitab atau ritual, tapi dalam diam yang paling sunyi, dan tangis yang paling jujur . Dalam keterpurukan, dalam patah, dalam rindu yang tak bisa dijelaskan, ada satu kehangatan yang tak pernah pergi: kehadiran-Nya. Keterhubungan manusia dengan Tuhan tak selalu berbentuk doa yang indah. Kadang itu adalah teriakan dalam hati, "Kenapa aku?" , atau keheningan total saat tak tahu lagi harus berharap pada siapa...